>>
Berita Keuangan & Perbankan

Dominasi Asing di Perbankan Bahayakan Sistem Keuangan


Bank AsingJakarta–Salah satu calon deputi gubernur Bank Indonesia, Hendar, mengatakan bahwa terlau besarnya kepemilikan asing dapat membahayakan stabilitas sistem keuangan di Tanah Air.

Terutama terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999, yang memungkinkan investor asing memiliki saham sampai 99%, dalam rangka menarik investor asing saat Indonesia terpukul krisis moneter pada tahun 1998.

“Saat ini saya melihat, memang dominasi itu terlalu besar dari kepemilikan asing, dan itu sangat berbahaya dari sisi stabilitas sistem keuangan,” ujar Hendar, dalam uji kemampuan dan kelayakan (fit and proper test) di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 1 Juli 2013.

Hal tersebut disampaikannya kala menanggapi pertanyaan Komisi XI mengenai dominasi asing di sektor perbankan. Yang pasti, lanjut Hendar, bank sentral tetap akan menjaga stabilitas sistem keuangan di Tanah Air.

“Nanti kami perlu melakukan upaya-upaya khusus untuk mengurangi dominasi tersebut. Itu dilakukan secara bertahap. Jadi, barangkali trennya itu ke depan atau untuk jangka panjang memang untuk ke arah situ,” tuturnya.

Seperti diketahui, BI sendiri telah merilis aturan Kepemilikan Saham Bank Umum, yang membatasi kepemilikan saham oleh sebuah entitas. Dalam aturan yang dirilis medio tahun lalu ini, bank sentral membatasi kepemilikan saham bank maksimal sebesar 40% untuk badan usaha di sektor keuangan, 30% untuk badan usaha, dan 20% untuk perorangan, baik investor asing pun lokal.

Aturan ini ditelurkan untuk meningkat tata kelola perusahaan dalam industri perbankan, dari sisi manajemen dan pemilik. Sehingga BI akan melakukan evaluasi selama tiga kali masa penilaian atau selama 18 bulan, dimana bank-bank yang memiliki tingkat kesehatan di bawah dua (tiga, empat dan lima), harus menyesuaikan kepemilikan sahamnya sebagaimana ditetapkan dalam aturan kepemilikan saham bank umum.

“Untuk secara keseluruhan, saya memang sependapat, ini mungkin harus kami review dulu. Kepemilikan asing itu kan bukan lagi menjadi dominan. Nah, kalau kita berprinsip pada kehati-hatian kepemilikan 41% hingga 59% sudah masuk akal,” tutup Hendar. (*)

Sumber: infobanknewsdotcom

About Admin Blog

Seorang Karyawan Administrasi yang ingin berbagi informasi tentang kampus STIE EKUITAS serta informasi lainnya yang (mungkin) bermanfaat bagi pembaca....ORANG KREATIF = ORANG SUKSES

Diskusi

Belum ada komentar.

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Informasi Lainnya

Masukkan Alamat email anda untuk mengikuti Blog ini dan anda akan menerima tulisan terbaru lewat email (Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.)

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Flag Counter

STIE EKUITAS Blog telah di Klik

  • 134,894 Kali
%d blogger menyukai ini: