>>
Berita Keuangan & Perbankan

Pasar Mobil Bekas Terancam


Infobanknews_Pasar Mobil BekasREGULASI low cost green car (LCGC) alias mobil murah ramah lingkungan akhirnya akan segera diluncurkan. Gaung soal regulasi ini sebenarnya sudah nyaring terdengar sejak tahun lalu. Bahkan, sempat digadang-gadang bakal menjadi kado akhir tahun yang spesial bagi pelaku industri otomotif di Tanah Air, termasuk perusahaan pembiayaan (multifinance).

Namun, hingga menjelang akhir tahun, regulasi tersebut tak juga  diluncurkan. Bahkan, hingga memasuki 2013, regulasi yang disebut-sebut bakal menggenjot penjualan mobil nasional (mobnas) tersebut tak kunjung dikeluarkan.

Pelaku industri otomotif sepertinya harus bersabar. Padahal, kesiapan pelaku industri otomotif menyambut regulasi baru tersebut tidak perlu diragukan lagi. Hal itu terlihat saat perhelatan “Indonesia International Motor Show (IIMS)” tahun lalu. Kala itu agen tunggal pemegang merk (ATPM) ramai-ramai memamerkan produk baru bertajuk LCGC.

ATPM seperti Toyota dan Daihatsu sudah siap merambah pasar dengan produk kembar berlabel Agya dan Ayla. Besarnya animo masyarakat terlihat dari tingkat pemesanan Agya yang konon membludak. Kabarnya, hingga Oktober tahun lalu produk ini sudah dipesan sebanyak 3.000 unit. Sayang, mobil tersebut belum bisa masuk pasar lantaran harus menunggu turunnya regulasi.

Penantian panjang pelaku industri otomotif tampaknya akan segera berbuah manis. Maret lalu pemerintah mengabarkan bahwa regulasi soal LCGC akan keluar tidak lama lagi. Bahkan, akhir Maret dikabarkan menjadi waktu yang tepat bagi peluncuran regulasi baru tersebut.

Jika hal itu terealisasi, tentu akan menjadi kabar yang menggembirakan bagi pelaku industri otomotif di Tanah Air. Penjualan mobil bisa melambung lantaran banjir mobil murah di Indonesia. Industri multifinance pun akan menikmati keuntungan yang sama dengan meningkatnya porsi pembiayaan mereka. Tak heran jika beberapa multifinance sudah bersiap-siap dengan skema pembiayaan yang bisa merangkul market baru ini.

Namun, sepertinya tidak semua multifinance bisa mengecap manisnya bisnis dengan keluarnya LCGC. Multifinance yang fokus di pembiayaan mobil bekas bisa jadi menikmati bagian lain dari munculnya LCGC. Ada ketakutan pasar mereka akan berkurang.

Mobil-mobil dengan kategori LCGC kabarnya dibanderol dengan harga di kisaran Rp100 juta. Seperti diketahui, harga di kisaran tersebut selama ini diisi oleh mobil-mobil bekas, baik dari sisi penjualan maupun pembiayaannya. Itu berarti, bila mobil-mobil baru tersebut masuk dengan harga Rp100 jutaan, bukan tidak mungkin konsumen yang semula memilih mobil bekas akan “banting setir”. Siapa yang tidak tergiur, dengan bujet yang sama, kita dapat membawa pulang mobil baru. Selain kondisi mobil yang masih prima, secara prestise juga lebih tinggi.

Kondisi tersebut bisa jadi akan menekan penjualan sekaligus pembiayaan mobil bekas di Indonesia. Padahal, meski belum ada data akurat, konon penjualan mobil bekas bisa jauh melampaui penjualan mobil baru. Bahkan, angkanya bisa mencapai empat kali lipat. Pasar yang luar biasa besar bagi pembiayaan mobil bekas.

Jika ingin pembiayaan yang dikucurkan tetap tumbuh, bisa saja multifinanceyang fokus di pembiayaan mobil bekas ikut terjun dalam pembiayaan mobil-mobil baru ini, walaupun kenyataannya masuk ke pembiayaan mobil baru tak mudah. Multifinance yang biasa bermain di mobil bekas belum tentu mau banting setir. Alasan yang pertama, sudah pasti karena pembiayaan mobil baru bukan lahan jajahan mereka.

Hal yang lebih penting tentu ketika masuk di pembiayaan mobil baru, mereka harus berhadapan dengan multifinance-multifinance raksasa yang selama ini fokus di pembiayaan mobil baru. Ini menjadi tantangan yang cukup berat.

Faktanya, multifinance yang membiayai mobil baru biasanya memiliki afiliasi khusus dengan bank. Ini sangat menguntungkan lantaran mereka dapat menawarkan pricing yang murah kepada konsumen. Seandainya tidak berafiliasi dengan bank, multifinance berafiliasi dengan ATPM yang akan memberikan keuntungan tersendiri.

Artinya, multifinance yang fokus pada pembiayaan mobil bekas harus tetap bertahan (survive) dengan kondisi yang ada. Fokus menjalankan bisnis dan jeli dalam membidik pasar menjadi salah satu kunci sukses. Multifinance-multifinance yang fokus di pembiayaan mobil bekas tidak perlu berkecil hati. Pasalnya, penjualan mobil bekas yang empat kali lebih besar daripada mobil baru merupakan potensi pasar yang sangat besar.

Pandangan masyarakat tentang kualitas mobil-mobil keluaran Jepang yang lebih bandel bisa menjadi peluang. Meski murah, belum tentu mobil baru yang meluncur di pasar laku keras. Pasar mobil di Tanah Air yang telanjur cinta pada produk Jepang bisa membuat orang menjadi fanatik. Pada akhirnya, mereka kembali menjatuhkan pilihan pada mobil-mobil bekas besutan ATPM ternama. Apalagi, sebenarnya dari pembiayaan mobil bekas, multifinance mendapat margin yang tebal.

Meski sama-sama membiayai mobil bekas, beberapa multifinance memilih jalur aman dengan membiayai kendaraan komersial. Memang bukan berarti tanpa risiko. Yang jelas, pembiayaan mobil bekas komersial dinilai lebih minim risiko.

Pertama, karena kendaraan digunakan untuk kegiatan komersial, setidaknya ada kepastian dalam hal pembayaran angsuran. Kedua, pembiayaan mobil komersial nyaris tak tersentuh regulasi, seperti aturan tentang kenaikan uang muka (down payment atau DP). Selain itu, regulasi baru soal LCGC tidak akan berimbas apa pun terhadap pembiayaan jenis ini.

“Selain margin yang besar, karena kendaraan itu dipakai untuk (keperluan) produktif, jadi ada sumber dana untuk pembayaran angsuran. Ini yang membuat bisnis aman. Selain itu, dari sisi regulasi, kami rasa tidak terlalu banyak tekanan,” ungkap Junus E. Leatemia, Direktur Utama Artha Prima Multifinance, kepada Infobank.

Dengan tetap fokus di pembiayaan mobil bekas komersial, bisnis yang dijalankan Artha Prima terbilang mulus. Pada akhir 2012 perusahaan ini mampu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,4 triliun. Dengan penambahan jaringan sebanyak lima kantor, Artha Prima pun optimistis mampu mengantongi angka pembiayaan sebesar Rp1,7 triliun hingga tutup tahun 2013.

“Kontribusi terbesar bisnis kami ada di wilayah Jawa Barat karena memang cabang terbanyak ada di sana. Selain itu, sektor pertanian menjadi pendorong bagi bisnis di sana,” tambah Junus.

Total jaringan yang sebanyak 70 kantor juga akan dioptimalkan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi tetap menjadi fokus pada tahun ini. Kesuksesan Artha Prima dalam menjalankan bisnis bisa menjadi contoh bagi multifinance lain. Kalau tertarik, tidak ada salahnya mencoba peruntungan di pembiayaan kendaraan komersial. (*)

Sumber: infobanknews.com

About Admin Blog

Seorang Karyawan Administrasi yang ingin berbagi informasi tentang kampus STIE EKUITAS serta informasi lainnya yang (mungkin) bermanfaat bagi pembaca....ORANG KREATIF = ORANG SUKSES

Diskusi

One thought on “Pasar Mobil Bekas Terancam

  1. MobilWOW satu-satunya tempat jual beli mobil jadi mudah dan cepat

    Posted by laycaolay | Agustus 15, 2013, 8:50 pm

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Informasi Lainnya

Masukkan Alamat email anda untuk mengikuti Blog ini dan anda akan menerima tulisan terbaru lewat email (Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.)

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Flag Counter

STIE EKUITAS Blog telah di Klik

  • 134,894 Kali
%d blogger menyukai ini: