>>
Berita Keuangan & Perbankan

Modal dan Efisiensi Bank Harus Digenjot


Bnews / Sunday, 26 May 2013 04:39
Bank Indonesia (BI) dan bank sentral kawasan Asia Tenggara masih mengkaji standar menjadi bank dengan kualifikasi ASEAN atau Qualified ASEAN Bank (QAB). Tapi, regulator perbankan ini sudah memastikan  permodalan dan efisiensi sebagai kunci utama agar bisa memenuhi kualifikasi ini.

Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Agusman, menyampaikan bank yang layak menjadi QAB harus modal tinggi dan efisien. Alasannya, bank-bank besar di ASEAN juga memiliki tingkat efisiensi dan permodalan bagus.
Tengok saja, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM)  dan rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) yang rendah.

BI sendiri telah menggeber efisiensi dengan menerapkan beberapa aturan, seperti transparansi suku bunga dasar kredit atawa prime lending rate dan aturan lisensi berjenjang yang memberikan bonus keleluasan ekspansi cabang, jika memiliki NIM dan BOPO rendah.

Agusman menjelaskan, saat ini kualifikasi tersebut sedang dibahas secara intensif. “Jika berdasarkan kategori yang ada, yang bisa menjadi QAB adalah bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4,” terang Agusman.

Informasi saja, BUKU 4 merupakan bank bermodal inti minimal Rp 30 triliun. BI mewajibkan bank kelompok ini memiliki BOPO maksimal 65%. Saat ini ada empat bank memenuhi kualifikasi ini. Yakni, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank BNI dan Bank Central Asia.

Direktur Kepatuhan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Anika Faisal, mengatakan permodalan kuat memang kunci utama agar bersaing dengan bank-bank luar negeri. Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), teknologi dan jaringan membutuhkan permodalan.

Ketua Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono, menambahkan agar kebijakan ini efektif perlu harmonisasi peraturan antar negara ASEAN. Selama ini permodalan minimum di negara ASEAN lebih tinggi dari Indonesia. Ketentuan permodalan perlu mengikuti aturan Bassel, disesuaikan dengan ketentuan internasional.

Ketua Komisi XI DPR, Emir Moeis, menghitung perlu penambahan modal Rp 300 triliun – Rp 450 triliun agar bank mampu bersaing. Modal tersebut untuk berekspansi.

Sumber : http://www.bankirnews.com

 

About Admin Blog

Seorang Karyawan Administrasi yang ingin berbagi informasi tentang kampus STIE EKUITAS serta informasi lainnya yang (mungkin) bermanfaat bagi pembaca....ORANG KREATIF = ORANG SUKSES

Diskusi

Belum ada komentar.

Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Informasi Lainnya

Masukkan Alamat email anda untuk mengikuti Blog ini dan anda akan menerima tulisan terbaru lewat email (Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.)

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Flag Counter

STIE EKUITAS Blog telah di Klik

  • 134,894 Kali
%d blogger menyukai ini: